Keluh Kesah

Minggu pertama kita masuk kuliah, jadualnya kacau, bahkan hari pertama yang seharusnya menjadi “kesan pertama” ternyata mengecewakan. Senin dan Selasa semua kosong, alias Dosennya tidak masuk. Hal ini tentu menjadi pertanyaan kita semua, sebetulnya bagaimana bentuk kerjasama antara UNY dengan Depag, bahkan sampai hari ini biaya living cost yang menurut janji akan keluar bulan ini, belum ada tanda-tanda mau keluar. Padahal Direkturnya dan Stafnya sendiri yang bilang pada Tanggal 6 September di Rektorat “Untuk living cost, akan keluar pada bulan ini. In sya Allah. Mahasiswa PGMI ini rata-rata sudah berrumah tanga, dan yang namanya berumah tangga tentu ada tanggungan, apalagi yang laki-laki, tentu selain harus menghidupi dirinya di Jogja, dia harus menghidupi isteri dan anaknya di rumah. Dan selama dua bulan ini, telah banyak mahasiswa yang panjang ‘daftar bonnya’ di ibu kos, dan lebih panjang lagi di warung makan dekat ibu kos. Memang kita harus bersabar, apalagi bulan puasa. Tetapi, sampai kapan? Semoga Allah selalu melindungi kita. Amin.

6 Komentar

  1. sari said,

    gimana sih… kuliah sudah hampir dua minggu jadwal kuliah kita belum fix, alasanya ada saja, dosen repot, ruang kuliah tidak ada, apa karena kita program gratisan ya…..mbok dipikirkan gimana kita bisa efisien waktu, kuliah hari di perpadat harinya, jangan hanya terserah dosen, memangnya mahasiswa juga punya hak untuk membuat permintaan yang dipenuhi, walaupun kita tidak bayar, tapi khan ada yang bayarin, justru lebih jelas, kasihan sekali kita mahsiswa….. sudah beasiswa belum turun, kuliah ganti-ganti jadwal……piye jal….jal piye…….

  2. nyong ambon said,

    hidup itu harus banyak sabar. kalau tidak sabar nanti bisa cepat kabur…walau kadang kelebihan kesabaran bisa cepat masuk kubur karena makan hati. he..he

  3. nyong ambon said,

    tamang-tamang seng rasa katong samua kuliah di yogya su amper ampa bulan, tapi kok info beasiswa belum juga ada jangankan beritanya sombar juga seng ada. bekal dan persiapan peluru yang dibawa su amper abis sehingga jam terbang untuk rutinitas sehari-hari mau seng mau harus dikurangi. sagu deng ikang kering yang ada saja su abis lalu mo makan apa lae? kira-kira kapan yah kita cair…………..kalau nanti cair mo beli apa yah?

  4. Rafiuddin Aby dasta said,

    ya iyalah bang aku juga sudah habis amunisinya kodong..uang kost patambulan bulum aku bayar siagang daftar utang di warung making banyak, di tamba buku2 dan fotocopian makin jai..harus gimana lagi..lagian istriku lagi hamil 3 bulan.oh..tuhan sampai kapan derita ini berakhir……????

  5. NSR said,

    Kesunyian hati bagaikan sunyinya malam, yang membakar hasrat, yang mencoba membangkitkan asa…..Haruskah aku berlari mengejar bayang-bayang ilusi….Haruskah aku hidup dalam angan-angan…ya Allah aq LELAH…………………

  6. NSR said,

    Kuberjalan melawan sepi Melambung jauh bersama mimpi Terlelap dalam emosi, setelah aq sadar diri KAU tlah jauh pergi lenyapkan harapan dan tinggalkan mimpi yang tiada bertepi……….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: